Backpacker Eropa dengan bahasa inggris pas2an (H 2 - ROMA)


Kemarin sudah saya jelaskan itin hari pertama di Eropa disini, sekarang saya ingin melanjutkan itin hari kedua saya yaitu dari Milan menuju ke Roma, Italy.


TRANSPORTASI ANTAR KOTA
Pada hari kedua saya, saya berangkat dari Milan ke Roma menggunakan kereta antar kota. Kereta saya pesan melalui websitenya di Trenitalia. Sebenarnya ada 3 transportasi pilihan untuk berpindah negara di Eropa yaitu menggunakan Pesawat yang jarak tempuhnya lebih singkat dan cepat, Kereta, dan Bus. Selama di Eropa saya hanya menggunakan kereta dan bus saja. Kalau kereta kalian bisa pesen di disini atau jika ingin menggunakan bus bisa langsung pesen di website langsung disini (FLIXBUS). Banyak sekali yang menjadi pertimbangan saya selama milih transportasi antar kota tersebut, salah satunya adalah untuk menghemat biaya dan juga menghemat waktu. Jadi saya puter otak bagaimana supaya saya bisa dapat harga murah dan menghemat waktu.

Sumber: Google

Saya tidak tau apakah saya yang pelit atau gimana yang pasti saat itu dipikiran saya cuma menghemat dan mau murce. Jadi saya selalu membeli tiket antar kota dan memilih jam keberangkatan malam. Logikanya, jika kita memilih jam malam kita akan menghemat waktu siang kita untuk berjalan2 ke tempat wisata dan sekaligus menghemat hotel 1 malam yang ditukar dengan membeli tiket kereta atau bus. Yoooiii gak tuh, save money berapa banyak. hahaha... Dan sebenarnya ada untung dan ruginya juga sih, kalo kita berangkat malam dan sampai ditujuan pagi hari, kita uda bisa langsung pergi ke hotel untuk titip koper (karena belum bisa check in, rata2 waktu check in di eropa jam 1 atau 2 siang) jadi ruginya kita gak mandi deh tuh pagi2. Gpp lah gak mandi, yang penting koper aman uda di titip di hotel sehingga kita bisa jalan2 dengan puas.

Sumber: Google

Jika kalian naik kereta antar negara, kereta disana sudah sangat teramat canggih dan nyaman sekali untuk jarak tempuh yang jauh. Kalau kalian naik kereta pastinya akan lebih mahal sedikit dan lebih menghemat waktu, dan fasilitas di kereta pun sangat membuat kita nyaman dari pilihan tempat duduk standar hingga pilihan gerbong yang ada kasurnya. Selama disana saya selalu memilih keberangkatan malam karena harganya terkadang bisa jauh lebih murah dari jam siang (tapi gak selalu ya). Dan usahakan kalian bikin rundown dari jauh2 hari, karena beli tiket kereta beberapa bulan sebelumnya lebih murah loh. Jika kalian sudah mengecek harga tiket kereta dan ternyata masih kurang cocok sama kantong kalian, tenang aja ada alternatif lainnya yang bisa kalian pakai yaitu naik bus / FLIXBUS.

Flixbus ini moda transportasi jalur darat yang menghubungkan beberapa negara di Eropa dengan harga yang sangat murah. Kalian bisa cek langsung disini. Saya pun sudah 3x menggunakan bus ini waktu dari Firenze menuju Zurich, dari Luzern menuju Zurich, dan dari Zurich menuju Paris. Bus ini sangat nyaman sekali, tapi pasti tetap saja ada kekurangannya. Kekurangan dari Flixbus ini, jika kita tidak naik dipangkalan awal mereka, kita tidak bisa memilih tempat duduk bersebelahan dengan partner kita atau harus tunggu penumpang lain turun dulu baru kita bisa cari tempat yang kosong untuk bisa duduk bersebelahan dengan partner kita. Flixbus ini selalu mengambil penumpang di beberapa stasiun pilihan mereka, jadi bukan berarti kalau rute kita dari Swiss ke Paris itu hanya sekali jalan doang ya. Karena mereka mengambil kesempatan untuk mengambil penumpang dikota-kota yang mereka tetapkan, selalu ada penumpang yang turun dan juga ada yang baru. Tapi tenang saja, mereka berhenti dalam waktu perjalanan yang lama kok, tidak seperti bus biasa lainnya yang berhenti setiap 30 menit sekali atau lebih. Cuma saya agak keganggu setiap bus berhenti atau tiba di setiap stasiun pilihannya, karena akan membangunkan saya dengan suara kebisingan dari penumpang yang ingin turun atau penumpang yang ingin naik, sehingga saya tidak bisa tertidur dengan lelap.

Intinya kalian harus cermat untuk memilih mana kebutuhan kalian, karena setiap kebutuhan setiap orang pasti berbeda-beda. Jadi matangkan dulu rencana kepergian dari destinasi yang mau dikunjungi dan waktu yang akan dipilih. Jangan sampai salah timing ya, karena akan membuang waktu dan banyak hal. 



H2 MILAN - ROMA
Dihari kedua ini saya hanya mengelilingi area Duomo, karena saya tidak ada niat berepergian jauh dikarenakan malam harinya kami harus melanjutkan perjalanan kami ke Roma. Kami ke Roma menggunakan kereta cepat yang sudah dibeli di website Trenitalia. Kereta yang kami gunakan adalah kereta low cost dengan fasilitas standart. Keberangkatan kereta kami dari stasiun Porta Garibaldi (Salah satu stasiun di kota Milan), disana cukup membingungkan bagi saya sebagai orang awam yang pertama kali naik kereta antar negara. Kami hanya bermodal selembar tiket yang sudah kami print dari Indonesia, setelah itu kami tak tau harus bagaimana. Ketika kami bertanya pada salah satu karyawan stasiun disana, ia hanya mengiyakan tiket kita kalau tiket kita sudah benar (itu pun saya langsung menyodorkan kertas print tiket saya dengan bahasa seadanya "sorry miss, you know dan lgsg menyodorkan kertas). Ternyata keterbatasan bahasa saya juga tidak begitu terpengaruh karena rata2 mereka juga tidak bisa bahasa inggris atau seadanya juga seperti saya (seneng deh gw, berasa punya temen yang sama2 bego. ahahahha). Dan menurut saya penjelasan karyawan itu kurang memuaskan, karena saya tidak tahu harus kemanakah saya menunggu karena didepan mata saya sudah gerbong kereta yang terbuka, sedangkan udara dingin 1c menusuk tajam ke kulit kami.

Kami sengaja datang ke stasiun 3 jam sebelum keberangkatan, karena kami tidak tau arena disana, jadi kalo kami nyasar atau bingung masih ada waktu untuk mencari solusi. Tepat sekali sepeti perkiraan saya kalau kami bingung, dan yang kami lakukana adalah mencoba mencerna setiap tulisan yang ada disana dan meneliti setiap gerak gerik pengunjung disana. Akhirnya, detektif yosi pun menemukan jalan keluar, kalau kita harus menunggu 30 menit sebelum keberangkatan kereta untuk melihat di layar informasi jadwal kereta. Mau nunggu sampai bego pun gak bakal ketemu kalo waktu kalian belum 30 menit sebelum keberangkatan . Jadi kami coba menunggu 2 jam lagi dengan keadaan yang dingin luar biasa. Jujur disini saya gak kuat dan seperti mati kedinginan, kalau hanya dingin saja masih bisa tapi kalau sudah ada angin rasanya sangat menusuk hingga kedalam organ tubuh (assiiikk daahhh lebay bgt gw, bodo yg gak percaya coba aja rasain sendiri. wkkwkkw). Kami sudah mengumpat dibawah tangga pun tidak mempan, dan kami sudah pergi jauh pun dari gerbong outdoor masih tidak mempan. Rasanya saya mau masuk ke koper untuk menghangatka diri.

Akhirnya tibalah 30 menit sebelum keberangkatan, dan kita bisa langsung liat dipapan pengumuman untuk keberangkatan kita berada di binari mana (binari itu semacem gerbong gitu ya guys). Akhirnya kami langsung lari karena binari kami agak jauh. Perjalanan kami dari Milan ke Roma hampir memakan waktu 9 jam dan tujuan kami di stasiun Termini Roma. Stasiun Termini merupakan stasiun besar yang ada di Roma, dan hotel saya pun 5 menit dari stasiun. Di Roma saya menginap di hotel Bettoja Hotel Massimo dan saya sangat tidak sarankan karena sangat mahal. Kamipun terpaksa karena sudah terlanjur terjebak dihotel itu. Biaya kami menginap 2 malam sebesar 5jt, padahal saya bisa dapatkan hotel yang lebih murah sekita 3jtan untuk 2 malam. Tapi mau bagaimana lagi, saya sudah terjebak karena masalah kecil saat itu. Untungnya hotel itu menyediakan sarapan yang enak dan sangat dekat dari stasiun.

Saya tiba di hotel jam 8 pagi dan langsung menitipkan koper kami. Rencana kami hari itu adalah mengunjungi vatican city. Menurut website Vatican yang saya baca, setiap bulannya di hari minggu terakhir free masuk ke museum vatican dan sistine chapel. Lalu kami bergegas ke vatican city dengan menggunakan metro. Variasi pilihan tiket metronya pun sama seperti di milan, ada yang single trip dan one day maupun 2 days. Karena saya di Roma 3 hari 2 malam, maka saya beli 2 days trip dengan harga 7,5 Euro/orang. Dari Roma Termini ke vatican hanya 30 menit menggunakan metro, kalian bisa naik metro ke arah Battistini (line orange)  dan turun di Ottaviano (6x pemberentian). Lalu kalian bisa berjalan 550 meter ke arah Vatican City atau Museum Vatican. Seperti biasa kami selalu saja mengantri, dan antrian yang satu ini sangatlah luar biasa panjangnya. Hampir 2 jam saya mengantri demi gratisan masuk museum vatican dengan keadaan yang sangat dingin saat itu. Karena jika kalian bayar akan memakan banyak pengeluaran sebesar 17 Euro / orang. Lumayan banget kan bisa save buat makan 2 hari. Museum Vatican buka dari jam 09.00 - 17.00 (dan last masuk kesana jam 16.00) Setelah kami lelah mengunjungi museum vatican dan sistine chapel, kami langsung mengunjungi vatican city dimana tempat paus menyapa para rakyatnya seperti yg di liat di tipi2.



Tempat makan murah di Vatican City, Roma berada di sebuah gang kecil sebelum beberapa blok ke gerbang vatican city, gangnya berada disisi seblah kiri. Disana ada 2 buah kios yang menjual khusus menjual pizza dan satunya lagi khusus menjual pasta. Pada waktu itu, untuk mendapatkannya saja saya harus mengantri panjang, mungkin karena high season kali ya. Kios kecil itu tidak punya meja atau kursi untuk kita menyantap makanannya, jadi cukup makan dipinggir jalan saja sudah sangat nikmat. Nama kios yang menjual pizza adalah Alice Pizza dan nama kios yang menjual pasta disebelahnnya saya tidak ingat karena saat itu kami membelinya bagi tugas dengan suami, saya membeli pizza dan suami saya ngantri beli pasta. Yang pasti harganya lumayan murah sekitar 7 Euro permasing2 menunya, dan ditambah minuman pendampingnya coco cola sekitar 2 Euro, sangat perpaduan yang sangat baik dan menggugat selera.


Hari pun semakin sore dan kami berjalan menuju Jembatan Sant Angello, di sepanjang jalan menuju Sant Angello kami banyak melihat beberapa gedung kedutaan dan salah satunya adalah negara tercinta "INDONESIA". Di pinggiran jalan banyak imigran asing yang menjual souvenir hingga tas branded KW, tawar saja karena mereka bisa ditawar. Disana saya membeli sarung tangan kulit (bukan kulit asli) seharga 6 Euro, dan itupun saya menawar dari harga 12 Euro. Setelah itu kami pulang dan makan malam hanya di hotel dengan pop mie dan bon cabe. Begitulah nasib para backpacker yang ingin tetap bertahap hidup di negara orang. wkwkwkwk..





H3 - ROMA (COLLOSEUM, TREVI MOUNTAIN)
Saya berangkat dari hotel jam 9 pagi, karena percuma jalan pagi2 toko2 disana masih pada tutup. Jadi mending saya istirahat yang cukup supaya saya tidak sakit atau kecapeaan. Tujuan saya berikutnya adalah Colloseum dan Trevi Fountain. Dari stasiun Metro Termini menuju ke Colloseum naik metro ke arah Laurentina (line biru) dan turun di stasiun Colosseo (2x pemberentian). Dari Colloseum ke Trevi saya hanya berjalan kaki menggunakan google map sambil menikmati bangunan kuno yang indah.


Lanjutin nanti dulu ya, istirahat ngetik dulu!!


Komentar

Postingan Populer